Perhutani KPH Purwakarta Perkuat Sinergi Perlindungan Hutan melalui Pembentukan MMP dan MPA

Sosial Tanggal: 2026 - 06 - 17 1 views Penulis: Tia Agustiana
Perhutani KPH Purwakarta Perkuat Sinergi Perlindungan Hutan melalui Pembentukan MMP dan MPA
PURWAKARTA, PERHUTANI (17/06/2026) | Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Purwakarta bersama Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat, Seksi Wilayah I Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Jabalnusra, dan Cabang Dinas Kehutanan Wilayah II Purwakarta terus berkomitmen meningkatkan perlindungan dan pengamanan kawasan hutan. Melalui Seksi Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Wilayah IV Purwakarta, BBKSDA Jawa Barat secara resmi membentuk dan membina Masyarakat Mitra Polisi Kehutanan (MMP) serta Masyarakat Peduli Api (MPA) di Aula Kantor Desa Pusaka Mulya, Kecamatan Kiarapedes, Kabupaten Purwakarta, pada Senin (15/06).

Langkah strategis ini merupakan bentuk pendekatan berbasis masyarakat (community-based conservation) untuk meminimalkan ancaman gangguan keamanan hutan, perburuan liar, serta mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jawa Barat Andri Hansen Siregar, Kepala Seksi KSDA Wilayah IV Purwakarta Rechan Achmad Sine, Kepala Seksi Wilayah I Balai Dalkarhut Jabalnusra Kurniawati Negara, Penyuluh Madya Cabang Dinas Kehutanan Wilayah II Purwakarta Yayan Hariyanto, Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Purwakarta Mulyana Kurniawan, Kepala Desa Pusaka Mulya Nunung Rahayu, serta masyarakat yang tergabung dalam MMP dan MPA.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Administratur Perum Perhutani KPH Purwakarta Mulyana Kurniawan menyampaikan kesiapan Perhutani untuk terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga kelestarian kawasan hutan dan konektivitas ekosistem.

“Melalui kegiatan ini, diharapkan kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi potensi musim kemarau ekstrem semakin meningkat sehingga kejadian kebakaran hutan dan lahan dapat diantisipasi sejak dini serta kelestarian sumber daya hutan tetap terjaga,” jelas Mulyana.

Sementara itu, Kepala Bidang Teknis BBKSDA Jawa Barat Andri Hansen Siregar menegaskan bahwa menjaga kelestarian kawasan hutan tidak dapat hanya mengandalkan personel Polisi Kehutanan yang jumlahnya terbatas. Menurutnya, peran aktif masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan sangat penting dalam mendukung upaya perlindungan dan pelestarian hutan.

“Melalui wadah MMP dan MPA, kita membangun sinergi yang kuat. Masyarakat tidak hanya berperan dalam mengamankan kawasan dari penjarahan maupun perburuan liar, tetapi juga memiliki kesiapsiagaan dalam mendeteksi dan melakukan penanganan awal terhadap titik api sebagai langkah antisipasi menghadapi potensi musim kemarau ekstrem akibat fenomena El Niño,” ujarnya.

Dukungan juga disampaikan oleh Kepala Desa Pusaka Mulya, Nunung Rahayu, yang menyambut baik pembentukan MMP dan MPA. Menurutnya, keterlibatan masyarakat secara legal dan terstruktur dalam kemitraan tersebut akan memberikan dampak positif terhadap keamanan lingkungan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian hutan.

Dalam kegiatan pembinaan tersebut, para anggota MMP dan MPA mendapatkan materi mengenai dasar-dasar pengamanan kawasan hutan, teknik patroli partisipatif, serta simulasi pencegahan dan penanganan kebakaran hutan menggunakan sarana dan prasarana pemadaman yang tersedia.

Dengan terbentuknya MMP dan MPA di wilayah kerja Seksi KSDA Wilayah IV Purwakarta, diharapkan pengawasan terhadap kawasan hutan semakin optimal sehingga kelestarian flora, fauna, dan sumber daya hutan dapat terus terjaga untuk generasi mendatang. (Kom-PHT/Pwk/Fyk)